( kita tidak pernah tau makna sehat yang sebenarnya sebelum kita merasakan apa itu sakit )
Bersyukurlah kita diberikan Tuhan dengan kondisi lengkap tanpa ada cacat, bersyukurlah kita yang diberikan nikmat sehat yang begitu luar biasa, bayangkan mereka yang membeli oksigen dengan harga jutaan sedang kita disini menghirup udara tanpa membayar sedikitpun. mereka yang berjalan dengan bantuan kursi roda sedang kita masih kokoh di atas kaki sendiri, mereka yang berbaring tanpa suara, mereka yang melihat hanya dengan mata hati dan mereka yang hanya menunggu ajal datang menjemput.
betapa hina nya kita yang tidak pernah bersyukur atas nikmat sehat yang engkau berikan. hanya sakit seperti ini saja aku sudah mengeluh,bagaimana dengan mereka.. ?
aku jadi ingat ketika kakakku iin farlina memperjuangkan nyawanya pasca kecelakaan, hanya doa dan harapan yang ada. ketika itu dokter selalu memberikan harapan yang nihil, dokter syaraf, dokter mata tidak ada yang meyakinkan semuanya angkat tangan.
tapi dengan kekuasaan Allah dia diberikan kesembuhan, walaupun kesembuhan yang tidak sempurna, tapi kita tetap bersyukur Engkau masih hadirkan dia ditengah tengah kita.
sejak itu saya berfikir Nikmat sehat benar-benar mahal , orang-orang rela membayar berapa pun untuk orang-orang yang mereka sayangi, sehat itu tak sebanding dengan apapun.
. . . . . .
Maka Nikmat Mana Yang Engkau Dustakan - (QS: Ar Rahman )
mana tulisan barunya, kok gak ada lagi.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapus